Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perjalanan

Jember Dulu, Banyuwangi Kemudian

Gambar
Setelah tarik ulur, rapat ngalor ngidul, liburan asrama tahun ini kembali diadakan. Hari Jumat tanggal 16 Februari 2018 pukul dua subuh kami berangkat menuju Banyuwangi dari kota Pahlawan. Liburan asrama (Hasanuddin HM) kali ini sama dengan liburan dua tahun lalu: Banyuwangi. hanya saja pada tahun 2016 tujuannya adalah Labuan Menjangan, sedangkan kali ini destinasi kami adalah Blue Bay alias Teluk Banyubiru. Rombongan berjumlah sepuluh orang dengan dua mobil sewaan. Satu mobil denganku adalah Bagas, Dono, Indra dan Ziyad sebagai supir. Sisanya ikut mobil lainnya tapi karena tidak relevan tidak perlu diperkenalkan. Bismillah kita mulai perjalanan kali ini.

One Day In Jakarta (Bagian Kedua)

Gambar
"One Day In Jakarta" merupakan judul yang sama dengan sebuah buku yang ditulis oleh Thibault Gregoire, seorang jurnalis asing yang beberapa saat tinggal di ibukota. Buku yang secara tak sengaja saya baca ketika menumpang nginap di asrama banjar Demang Lehman Bandung. Buku ini memuat banyak foto tentang kehidupan warga-warga Jakarta. Foto-foto hasil jepretan Thibault sungguh realistik dan memuat pesan mendalam. Maka membagi kisah pengalaman saya di Jakarta kali ini cukup masuk akal dan ilmiah (?).

One Day In Jakarta (Bagian Pertama)

Gambar
  "One Day In Jakarta" merupakan judul yang sama dengan sebuah buku yang ditulis oleh Thibault Gregoire, seorang jurnalis asing yang beberapa saat tinggal di ibukota. Buku yang secara tak sengaja saya baca ketika menumpang nginap di asrama banjar Demang Lehman Bandung. Buku ini memuat banyak foto tentang kehidupan warga-warga Jakarta. Foto-foto hasil jepretan Thibault sungguh realistik dan memuat pesan mendalam. Maka membagi kisah pengalaman saya di Jakarta kali ini cukup masuk akal dan ilmiah (?).

Petualangan Tak Terduga di Bumi Priangan

Gambar
Hari Pertama, Belanja Matahari mulai naik, setelah  singgah sebentar di Tasikmalaya  kami segera melanjutkan perjalanan menuju destinasi utama kami ke Kota Kembang yaitu Bandung, kota yang terkenal dengan industri kreatif dan dipenuhi oleh orang-orang yang kreatif. Bandung bercuaca sejuk, meski mungkin tak sesejuk dulu. Perjalanan yak terduga dengan rute Bandung-Tasikmalaya ini, memakan waktu sekitar 2-3 jam, entahlah tepatnya aku lupa. Cuaca di perjalanan cukup panas saat itu. Kami setuju untuk sejenak beristirahat di pom bensin untuk sekedar kencing, minum dan sebagainya. Aku mengambil kesempatan emas ini untuk melakukan ritual pagi nan sakral yaitu buang air besar. Setelah melakukan berbagai pertimbangan, aku memutuskan untuk sekalian manduy (mandi) setelah pup. Usut punya usut, hanya aku yang mandi  diantara seluruh personil Mandas. Tiba-tiba perutku mulai merasakan lapar. Segera kubuka bacang yang kubeli dekat Masjid Raya/Agung Tasikmalaya. Kumakan panganan yan...

#MandastanaJavaTour2013: Singgah Sebentar di Tasikmalaya

Gambar
Selepas magrib kami meninggalkan Jogja (Baca: Kota Pertama: Jogjakarta ) , perjalanan menuju Bandung dimulai ketika kami memasuki Cilacap, jawa Tengah. Saat itu, terjadi pemadaman listrik. Sehingga, jalanan disana gelap gulita. Suasana sunyi, dengan pencahayaan yang remang-remang, membuatku mengantuk. Tak lama setelah itu, aku pun tertidur entah berapa lama.

#MandastanaJavaTour2013 : Kota Pertama: Jogjakarta

Gambar
     Tahun lalu, tepatnya pada tanggal 2 September, kami, sebagian dari penghuni Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan (AMKS) Mandastana melakukan perjalanan mengelilingi pulau Jawa. Dengan destinasi utama adalah kota kembang Bandung. Tujuan utama adalah mencari jodoh hiburan dan juga kenangan. Namun, dalam perjalanannya kami juga singgah di Jogjakarta, dan menyempatkan diri mengunjungi ibukota Indonesia Jakarta. Untuk artikel pemanasan, akan kami bagi pengalaman kami di Jogja terlebih dahulu.

Termangu di Tawangmangu

   Selasa, 9 april 2013 saya bersama teman kuliah memutuskan untuk pergi ke Jogja dari kota Malang . Kedatangan kami kali ini berkaitan dengan rencana studi banding jurusan Perpajakan Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya angkatan 2011 ke UGM. Selain ke UGM, kami juga berencana untuk berkunjung Kantor Pelayanan Pajak Jogja yang menurut rekomendasi dosen cukup bagus. Untuk mematangkan studi banding tersebut, kami berempat melakukan semacam survei dahulu.     Pukul setengah dua belas siang dengan menggunakan sepeda motor, kami meluncur melalui jalur Malang-Kertosono-Caruban-Madiun-Magetan-Tawangmangu-Solo. Perjalanan yang membuat saya cukup excited . Truk-truk besar dan bis sempat membuat saya gugup. Tapi overall  cukup menyenangkan. Senja menggerayangi ketika kami memasuki kabupaten Magetan yang berarti sudah memasuki kawasan perbatasan Jatim-Jateng. Singgah di pom bensin sebentar, kemudian bersiap menuju tawangmangu (bagi Jateng atau sarangan (...

Lintasan menuju Pacet yang cukup Menantang

       Sehari setelah Idul Adha 1433 Hijriyah, tepatnya di hari sabtu 27 Oktober 2012, teman-teman dari Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan Mandastana Malang berencana untuk berlibur ke Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Disana terdapat tempat wisata khas Pacet yaitu pemandian air panas untuk keluarga.        Namun sebelumnya keberangkatan kami menyempatkan untuk membantu warga sekitar untuk penyembelihan hewan kurban. Ini pengalaman perdana saya dalam hal menguliti binatang. Cukup menyenangkan dan menantang walapun sebelumnya saya agak ngeri. Suasana saat itu bersahabat diiringi canda tawa dalam suasana kekeluargaan, Setelah itu waktu Zhuhur tiba dan kami memutuskan untuk pulang dan bersiap menuju Pacet.        Setelah mandi dan sholat Zhuhur, kami bersiap berangkat. Total ada enam motor dan dua belas orang personil yang berangkat. Tak lupa kami berdoa dan membaca basmalah sebelum pergi untuk meminta kesel...

Sepenggal cerita dari Karangkates

Gambar
   Gara-gara tulisan Pungkas Nurrohman tentang pantai sukadame dan pantai goa cina, diri ini tertantang untuk menulis tentang suatu perjalanan yang tentunya menarik. Biarlah, biar iklim kepenulisan blog di sekitar saya semakin kompetitif. Udah gak pernah nulis lagi tentang perjalanan sejak saya menulis "Perjalanan pertama ke kota Malang" dulu. Oke, nulis perjalanan kemana ya? Jogja? Bandung? Jakarta? Surabaya? atau Madura?. Bagaimana kalau Karangkates? Nah apa pula karangkates itu? Well, sebentar lagi anda akan tahu.     Googling sedikit, Karangkates berada di kabupaten Malang, sekitar 40 km sebelah selatan kota Malang. Kita akan melewati kecamatan kepanjen dan kecamatan sumberpucung. Yang paling menarik tentunya bendungan karangkates (bendungan sutami) yang cukup indah dilihat pemandangannya karena yang kayak gini gak ada di borneo. Untuk mencapainya kita bisa menggunakan sepeda motor kira-kira satu jam lah. Tapi ingat lho ya, pakai helm he he. Saya ulangi...

Perjalanan Pertama Ke Kota Malang

Gambar
         Akibat tidak lulus SNMPTN 2011, sayapun kalang kabut mencari Universitas. Pada awalnya, saya disarankan orang tua untuk mengikuti ujian tes masuk di Unibraw Malang. Akan tetapi niat itu dibatalkan juga oleh orang tua. Saya kan anak yang penurut haha.      Dan tiba saat 2 hari sebelum pendaftran terakhir, jam 10 malam, tiba-tiba pintu kamar saya diketuk, dan ternyata ayah saya menyuruh untuk mencari tiket pesawat menuju surabaya, untuk mengikuti tes di malang, karena pesawat dari Banjarmasin langsung ke malang tidak ada. Saya pun kalang kabut mencari tiket, dan.. haha pada akhirnya tetaplah orangtua saya yang berhasil mendapatkan tiket yang murah, bahkan lebih murah daripada tiket yang dipesan teman-teman saya, yang notabene sudah memesan tiket seminggu sebelum hari keberangkatan. Saya sangat beruntung.     Kemudian tibalah hari H!! hari yang sangat saya tunggu, karena inilah saya secara de...

Road to Barito (part III - Habis): 2 Rumah Unik

Gambar
            Dalam perjalanan menuju Jembatan Barito, kami menemukan 2 rumah yang sangat menarik perhatian kami. Kami salut akan kreativitas si perancang rumah. Kami juga sempat mengabadikan rumah-rumah tersebut, langsung saja: Rumah 1: Rumah mewah nan unik Rumah ini menurut saya adalah rumah milik bos batubara. Benarkah itu? Entahlah... Ini rumah gede banget yak!           Rumah ini kira-kira berlantai 4 atau nggak 5 dengan luas halaman segede lapangan bola. Lada Hitam berkata bahwa rumahnya 10 tahun lagi seperti ini. Amin. Kayaknya tinggal di rumah ini asyik banget yah. tapi susah ngebersihinnya huehehehe. Kami pun sempat berkunjung dan bertemu dengan si empunya rumah: Nggak! sebenarnya orang-orang diatas itu kami :D Rumah 2: Rumah Cricket tampak depan tampak samping                ...

Road to Barito (Part II) : Paman Kentung

Gambar
Paman Kentung beserta 3 fansnya                     Sesuai janji saya kemaren, kali ini saya akan khusus membahas tentang Paman Kentung yang fenomenal itu. Pentol buatan Paman Kentung terkenal nikmat dan lezat. Sehingga banyak orang yang pergi ke Jembatan barito, singgah sebentar demi menikmati pentol berharga standar tersebut. Tapi, bukan berarti pentolnya berukuran standar. Pentol Paman Kentung ini merupakan pentol terbesar yang pernah saya lihat yang di jual di pinggiran jalan. Mungkin ada hubungannya dengan ukuran Paman Kentung, hehe. Peace. Saya tak main-maian loh! Buktinya tusuk pentolnya juga panjang, sekitar 20 cm. Sayang sekali saya dan teman saya, Biji Kopi , Lada Hitam serta si Kacang Panjang Layu nggak sempat mengabadikan pentol beserta tusuknya.           Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, Paman Kentung merupakan kenalan...

Road to Barito (Part I): Perjalanan Menuju Jembatan Barito

Gambar
salah satu sudut pemandangan dari Jembatan Barito                      Hari sabtu tadi terik sekali. Saya kecapekan di rumah setelah selesai ngeservis hape saya yang rusak seminggu belakangan ini. Sebenarnya rusaknya hape saya tidak terlalu berpengaruh pada kehidupan saya, karena emang gak ada yang nelpon atau smsin saya. *nasib* *jadi poconggg*. Sesaat setelah  saya selesai shalat zhuhur, tiba-tiba ada yang teriak:"Ivan.. Ivan..!!". Saya curiga mereka segerombolan fans Ivan Gunawan yang ingin demo karena kelangkaan solar. Ternyata mereka adalah trio timur jauh, Adit, Doni, dan Ence. Mereka ingin mengajak saya untuk jalan-jalan ke Jembatan Barito. Awalnya saya agak ragu karena saya biasanya jalan-jalan ke Jembatan Sydney atau ke Jembatan San Fransisco. Tapi demi kesetiakawanan, saya rela saja diajak jalan oleh mereka. Kemudian setelah mendapat restu ibu, berangkatlah saya. Kebera...