Jumat, 09 Oktober 2015

Cao-Cao dan Prasangka Buruk

Saat ini saya sedang asyik-asyiknya membaca kisah "Three Kingdom" atau Tiga Kerajaan jika di bahasa Indonesia kan. Awal mula mengenal kisah ini dari game PS1 Dynasty Warriors. Selanjutnya, kisah "Three Kingdom" muncul dalam beberapa komik Jepang yang saya baca. Bahkan dalam buku yang bertema dakwah, saya menemukan serpihan kisah Tiga Kerajaan ini.

Salah satu tokoh dalam cerita ini, adalah Cao-Cao. Sebelum Cao-Cao menjadi perdana menteri, yang menjabat adalah Dong Zhuo yang sangat lalim. Karena itulah, Cao-Cao yang masih menjadi bawahan berkonspirasi untuk membunuh Dong Zhuo. Pada waktu yang tepat, dia berhasil bertemu dengan Dong Zhuo berdua saja. Namun kesempatan emas ini sia-sia ketika Dong Zhuo melihat Cao-Cao menghunus pedang dari cermin. Cao-Cao adalah seorang yang jenius, bagi saya. Walaupun, dipergoki oleh Dong Zhuo, Cao-Cao berkilah dia ingin menghadiahi dia dengan sebuah pedang yang sangat indah berhias 7 permata. Dong Zhou pun melepaskannya. Cao-Cao segera bergegas ke arah timur.


Namun Lu Bu, prajurit terhebat sekaligus anak angkat Dong Zhuo waktu itu curiga dan mengusulkan untuk memburu Cao-Cao. Dong Zhuo dan penasehatnya, Li Ru setuju. Cao-Cao pun dalam pelarian istana. Dalam pelariannya, Cao-Cao sempat ditangkap dan diserahkan ke pengadilan di daerah Zhongmou. Disana dia ditanyai oleh kepala pengadilan dan akhirnya melepaskannya. Kepala pengadilan itu bernama Chen Gong dan memutuskan untuk mengikuti Cao-Cao ketika dia bilang ingin membinasakan si zalim Dong Zhuo.

Pelarian Cao-cao berlanjut menuju Chenggao.

Disana, Cao-Cao singgah sebentar di rumah pamannya di dalam hutan yang bernama Lu Bosche dan berniat bermalam di rumah beliau. Cao-Cao pun beristirahat. Lu Boshe bilang kalau dia mau keluar sebentar.

"Tidak ada arak yang bagus didalam rumah ini. aku akan pergi ke desa untuk membelikan arak
yang bagus" ujarnya.

berikut kutipannya setelah itu.

Kedua orang itu (Cao-Cao dan Chen Gong)  duduk cukup lama sampai tiba-tiba mereka mendengar bunyi dari belakang rumah, bunyi benda tajam sedang diasah. Cao-Cao berkata pada Chen Gong, 

"Dia bukanlah paman kandungku. aku mulai meragukan alasan kepergiannya. mari kita dengarkan"
 

Lalu mereka dengan diam-diam mendengarkan suara dibelakang.
terdengar suara orang berkata:


"Kita ikat dulu sebelum kita bunuh"

"Seperti dugaanku" kata Cao-Cao.


"Sekarang kecuali kita menyerang duluan, kita pasti akan ditangkap"

Tiba-tiba cao-cao dan chen gong menerjang masuk dengan pedang ditangan dan membantai seluruh keluarga itu. pria dan wanita semua berjumlah 8 orang. Setelah ini mereka memeriksa rumah dan ketika mereka didapur mereka melihat seekor babi diikat dan siap untuk dibunuh (dan dimasak, tentunya).

"Kau terlalu mudah curiga" kata Chen Gong, "Kita telah membunuh orang yang tidak berdosa"


Cao-cao dan Chen Gong dengan segera menaiki kuda mereka dan pergi. ditengah perjalanan mereka bertemu Lu Boshe yang sedang pulang dan disamping sadelnya dia membawa 2 bejana arak. Dilengannya dia membawa buah-buahanan dan sayuran.

"Kemana kau akan pergi Tuan?" tanya Lu Boshe pada mereka.


"Orang yang dicari kerajaan tidak berani untuk tinggal lama disatu tempat." jawab Cao-Cao.


"Tapi aku telah menyuruh orang rumahku untuk memotong babi, kenapa kau menolak keramahanku ini? Aku harap kau mau balik bersama ku"'


Cao-Cao tidak mendengarkan, dan tetap pergi. Tetapi kemudian berbalik dan mengambil pedangnya.

"Siapa itu yang ikut dengamu?" tanya Cao-Cao.


Lu boshe lalu berbalik dan seketika itu juga Cao-Cao memenggal Lu Boshe. Chen Gong sangat ketakutan.

"Kita telah sangat salah sebelumnya" kata Chen Gong. "Sekarang kita melakukan ini?"


"Ketika dia sampai dirumah dan melihat keluarganya terbunuh, apakah pikirmu dia dapat menerima itu? jika dia mengikuti kita dan melaporkan kita, maka kita pasti mati" kata Cao-Cao.




Sungguh mengerikan sebuah prasangka buruk bisa membinasakan satu keluarga dan menambah keburukan yang lainnya. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan bisa diambil pelajaran.

Demikian satu kisah yang diambil dari kisah Tiga Kerajaan, nanti apabila ada lagi kisah yang menarik dan patut di tulis di blog sederhana ini akan kami tulis. Sekian.




0 komentar:

Posting Komentar

© Ahmad Ridhaifan Elrizky 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis