Rabu, 11 Desember 2013

Pelajaran dari Ta Lo Xa Chung Cu

 Ini adalah sebuah cerita fiksi karya Tony Wong. Iya, ini cerita tentang Pedang Maha Dewa.

 Cerita ini bertokoh utama Wen Tian, seorang koki keluarga Pei Ming (salah satu dari 4 keluarga besar tanah sentral) yang kemudian menjadi pewaris pedang kristal langit untuk membasmi iblis. Namun kita disini tak membahas Wen Tian tetapi sedikit bercerita tentang Ta Lo Xa Chung Cu, orang terkuat di daerah Barat (kekuatannya setara dengan ketua persekutuan bumi dan langit, orang terkuat di tanah sentral).


Ta Lo Xa
Pelajaran pertama: Kekalahan Raja Yen Wang sekaligus Ketua Persekutuan Bumi dan Langit.

Alkisah, Ta Lo Xa berkelana ke tanah sentral disebabkan karena di daerah barat sudah tak ada lagi yang dapat menandinginya. Di tengah perjalanannya, dia bertemu dengan ketua persekutuan bumi dan langit yang bisa di bilang manusia terkuat di tanah sentral. Singkat kata, mereka beradu jurus andalan masing-masing. Setelah sekian puluh jurus, ketua persekutuan bumi dan langit pun menderita kekalahan. Padahal, Ta Lo Xa hanya menggunakan tangan kosong, sedangkan ketua persekutuan bumi dan langit memakai senjata maha dewa Tombak Empat Sisi. Akibat kekalahan itu, identitas ketua persekutuan bumi dan langit terbongkar, ternyata dia adalah raja dari sebuah kerajaan di tanah sentral. Dia bernama Raja Yen Wang. Ketua persekutuan bumi dan langit telah memainkan peran ganda sekaligus sebagai raja. Ta Lo Xa yang mengetahui hal ini sadar bahwa salah satu hal yang membuat ketua persekutuan bumi dan langit kalah adalah dia tidak fokus. Saya ingat betul kata-kata beliau:

"KAMU TAHU APA KEKALAHAN TERBESARMU? DULU KITA SEIMBANG, TAPI KINI KAU MELAKUKAN PERAN GANDA SEBAGAI RAJA YEN WANG, MEMBUATMU TIDAK FOKUS!"

Pelajaran kedua: Tekad menantang Sian Tian Xieh Tie.


Keluarga Lo Xa mempunyai penyakit aneh yang turun temurun yaitu meninggal di usia 27 tahun. Belakangan diketahui bahwa penyakit aneh itu karena juru dewa Lo Xa yang diajarkan turun temurun. Ta Lo Xa, yang hampir mendekati ajal, bertekad untuk melawan jagoan terkuat saat itu, yaitu Sian Tian Xieh Tie yang berasal dari hembusan napas iblis langit sekaligus membalaskan dendam leluhurnya yang dahulu dikalahkan. Pada awalnya, saya cukup geram dengan kelakuan Ta Lo Xa yang berkali berbuat tidak pantas dan seringkali merugikan pendekar aliran kebenaran. Meski akhirnya anaknya sendiri paham bahwa dengan melawan Sian Tian Xieh Tie lah ayahnya dapat mati dengan tenang. Menjelang pertarungan melawan Sian Tian Xieh Tie, Ta Lo Xa bertemu dengan seorang tabib yang dapat menyembuhkan penyakit anehnya itu. Syaratnya, ilmunya yaitu jurus dewa Lo Xa harus dilepasnya. Namun, dengan tegas Ta Lo Xa menolak dan memilih bertarung habis-habisan melawan Sian Tian Xieh Tie. 

:"AKU LEBIH MEMILIH ILMU KU DARIPADA NYAWAKU ATAU KEMATIANKU"

0 komentar:

Posting Komentar

© Ahmad Ridhaifan Elrizky 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis